Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Perjalanan Kapal Nabi Nuh Usai Banjir Bandang

Bencana banjir bandang terbesar dalam sejarah peradaban terjadi pada masa kehidupan Nabi Nuh alaihissalam. Persitiwa itu menenggelamkan makhluk bumi kecuali mereka yang ikut ke dalam kapal yang dibuat oleh sang Nabi.

Saat banjir menghatam, kapal ini kemudian berlayar membawa penumpang dalam gelombang laksana gunung. Air bah ini dengan mudah menggulung manusia ingkar yang berlarian mencari keselamatan. Tidak ada yang tersisa kecuali mereka yang percaya kepada risalahnya.

Konon, setelah sehari yang mengerikan itu, Sang Nabi dan pengikutnya mengarungi lautan selama 150 hari. Hingga akhirnya, bahtera itupun berlabuh di atas bukit yang bernama Al-Judi. Bagaimana kisah perjalanan kapal Nabi Nuh usai banjir bandang ini? Berikut selengkapnya.

Menurut para ulama, Nabi Nuh AS di utus saat umat menyembah berhala dan setan.  Nabi Nuh hidup ditengah kaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Beliau menyerukan tentang Tauhid bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah SWT.

“Dan sesungguhnya Kami telah telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Ia menetap ditengah-tengah mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Lalu mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang dzalim” (Q.S Al-Ankabut:14)

Berbagai upaya dilakukan sebagai upaya dakwah. Namun, kaumnya tak peduli dan hanya sedikit yang beriman kepada dakwah kenabiannya. Sang Nabi berputus asa terhadap usaha yang dilakukannya.