Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Kearifan Lokal Desa Adat Batu Songgan di Riau

Di tengah derasnya arus globalisasi yang semakin mengikis peradaban, ternyata masih ada wilayah tertentu tetap memegang teguh kerarifan lokal. Desa Adat Batu Songgan di Kabupaten Kampar Provonsi Riau ini misalnya.

Warga yang hidup di sana sangat menjunjung tinggi adat istiadat  dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan para pemimpin memiliki cara tersendiri dalam menjaga kelestarian alam berdasarkan aturan adat.

Para pelanggar aturan adat bisa terkena sumpah para tetua desa. Beberapa juga sampai sakit jika melanggar aturan tertentu yang sudah dibuat. Tidak heran jika wilayah ini begitu asri dan tetap terjaga. Penasaran dengan desa ini? Berikut ulasannya.

Desa Batu Songgan merupakan salah satu desa dari enam desa lainnya yang termasuk dalam wilayah Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Riau. Desa ini sudah berusia ratusan tahun dan dahulu termasuk dalam Kenegerian Batu Sanggan, induk di kekhalifahan Batu sanggan.

Dua kearifan lokal yang begitu mencolok di wilayah ini adalah upaya untuk menjaga kelestarian sungai dan hutan. Untuk menjaga sungai, desa ini memiliki tradisi Lubuk Larangan sedangkan untuk menjaga hutan, warga masih mempercayi “Datuk Penjaga” yang akan menerkam mereka ketika merusak hutan.