SADIS ! Kesal Cintanya Ditolak, Pria Ini Sekap Wanita Janda Pakai Rantai Anjing dan Siksa Pakai Obeng Selama 3 Hari 3 Malam

 

 Tindak pidana kekerasan, penganiyaan dan penyekapan di alami Rina Lesmana Boru Simanungkalit warga Tangguk Bongkar 6 Kecamatan Mandala Kota Medan.

Ibu beranak 2 berstatus single parent (janda) ini mengaku kerap mengalami siksaan dari pelaku Maniur Sihotang (43), seorang pria paruh baya warga Jalan perguruan Mandala, Kota Medan, yang tidak lain adalah teman dekat korban.



Dengan luka lebam diseluruh tubuh dan bagian wajah tepatnya di pipi sebelah kiri dan kepala berlumuran darah, serta masih terikat kalung rantai besi di lehernya, korban menangis histeris atas kejadian yang dialaminya.

Korban mengaku, awal penyiksaan ini secara terus menerus dialaminya sejak dirinya menolak perasaan dan ajakan jalinan asmara pelaku Maniur untuk berumah tangga pada pekan lalu disebuah kos-kosan Jalan Tangguk Bongkar, yang merupakan rumah warisan ibu pelaku.

Selain kasar, lanjut korban, pelaku Maniur juga diduga pengguna narkoba dan hal itu baru diketahui korban beberapa bulan kemudian.

Oleh karena itu, korban mulai membuat jarak hubungan mereka.

Tepat pada Selasa (20/21), penyiksaan keras dan penyekapan dialami korban di rumah kos-kosan tersebut.

Korban Rina Boru Simanungkalit memaparkan, insiden kekerasan kepada anaknya berhasil dilaporkan ayahnya kepada pihak kepolisian.

Akan tetapi, pelaku semakin nekat melakukan penyiksaan dan bahkan akan membunuh seluruh keluarga korban, jika Rina Boru Simanungkalit tidak mau mencabut laporannya dan berdamai dengan pelaku.

Ditanya kepada Rina, keberadaan kunci gembok rantai besi yang melekat dilehernya. Rina mengaku, kunci disimpan di bagian saku kantong celana pelaku.

Dengan berbagai macam cara, korban berhasil meloloskan diri hingga dirinya tidak memifikirkan lagi membuka gembok tersebut.

Korban hanya fokus menyelamatkan nyawanya.

Dilokasi yang sama, Ayah Korban Sihar Simanungkalit (64) yang sebelumnya dijemput warga dari kediamannya di jalan Tangguk Bongkar 8 Tengah, Mandala, membenarkan kekerasan yang dialami putrinya.

Sihar Simanungkalit mengatakan, perilaku bejat pelaku diduga akibat mengonsumsi narkoba nekat mengancam dirinya serta melakukan kekerasan terhadap cucunya Dian.

Tak hanya itu pak, akibat penyekapan itu serta upaya pelaku menguasai korban Rina Boru Simanungkalit yang merupakan putri kandungnya, sehingga membuat nasib dan masa depan cucunya hancur.

Belakangan ini, korban dilarang pulang kerumah saya oleh pelaku.

Sihar berharap keadilan berpihak pada putrinya. Agar kasus kekerasan dan penyekapan yang dialami putrinya tersebut.

sumber : Tribun-Medan.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :